Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Promise...

  Janji? Kata-kata manis yang saat itu kamu ucapkan, yang saat itu aku ucapkan, yang saat itu kita ucapkan dan seakan saat itu kita menduakan segalanya. Yang ada dan yang kita bicarakan hanya satu, Janji. Memang setiap janji yang terlontarkan, setiap janji yang diucapkan, setiap janji yang kita bicarakan awalnya seperti apa yang kita mau. Tapi tidak selamanya janji itu akan bertahan, entah sampai. Janji yang kamu ucapkan dan aku ucapkan  semua indah, semua seakan sempurna, semua hebat bisa menduakan segalanya. Tapi perlahan semua janji-janji itu seakan luntur satu persatu, seakan pudar secara perlahan. Yang kurasa sekarang salah satu di antara kita ada yang berubah, entah aku atau kamu. Mungkin perubahan itu yang membuat janji-janji kita seakan luntur bahkan bisa dikatakan akan hilang secara perlahan. Aku memang bukan siapa-siapamu, aku memang tidak berhak untuk segalanya, kita hanya sebatas ‘kakak-adik’. Tapi ketertarikanku terhadapmu lebih. Aku tahu ruang dihatim...

Hujan...

           Disudut ruangan ini sepi sunyi hanya terdengar suara rerintikan air hujan diluar jendela. Semua rasa kesepian dan kekosongan seakan terasa melekat kencang. Hanya bayang-bayang dan khayal yang temaniku sekarang. Sosok dirimu seakan hadir dalam anganku sehingga aku hanyut didalamnya. Terbawa khayal yang membawa ku melintasi taman-taman indah yang dikelilingi bunga-bunga yang indah pula. Terbawa khayal yang membawa ku ke suatu sungai indah dan jernih. Terbawa khayal  terasa aku berada disurga dan hanya ada kita berdua. Kita tidak mempedulikan orang diluar sana yang ada difikiran hanyalah kita berdua. Seakan suasana itu hanyut dalam aliran sungai yang indah. Hanya ada kebahagiaan dan kesenangan saat itu. Air embun yang membasahi dedaun dan mengeluarkan bau yang khas seakan terasa lengkap kebahagian kita. Tak terasa semua kebahagian yang hanyut dibawanya sudah sampai titik balik. Air terjun didepannya seakan kebahagiaan kita dijatuhkan be...

Penantian? Ya Penantian.

“telah lama aku bertahan, demi cinta wujudkan sebuah harapan” Yak itu sebagian lirik lagu Apalah Arti(menunggu) dari Raisa, liriknya agak gimana gitu ya pembaca. Bicara tentang bertahan itu gak beda jauh sama penantian dan gak beda jauh juga sama ‘waiting’. Oh my kayanya udah kebal ya gua sama kata ‘waiting’ apalagi ‘waiting for nothing’. Ah sudahlah kita lanjut aja ya sama penantian. Penantian, kalian pernah ngerasain itu? Kalo pernah you know lah rasanya kaya gimana tapi bagi yang belum pernah ngerasain kalian semua harus bersyukur karna jujur itu rasanya gak enak men. Seberapa lama penantian kalian kalo akhirnya dapet hasil ya enak tapi kalo nihil? Percuma ya selama ini kita nungguin orang yang ‘cuek’ gitu aja sama kita. Banyak ya sekarang seumuran gua yang ngerasaain kaya gitu. Gua tau seumuran gua itu masih terlalu kecil untuk ngerti yang namanya cinta dan sakit hati tapi apa boleh buat rasa itu dateng gitu aja. Penantian, banyak yang bilang “ngapain nungguin dia?...