Hujan...
Disudut
ruangan ini sepi sunyi hanya terdengar suara rerintikan air hujan diluar
jendela. Semua rasa kesepian dan kekosongan seakan terasa melekat kencang.
Hanya bayang-bayang dan khayal yang temaniku sekarang. Sosok dirimu seakan
hadir dalam anganku sehingga aku hanyut didalamnya. Terbawa khayal yang membawa
ku melintasi taman-taman indah yang dikelilingi bunga-bunga yang indah pula.
Terbawa khayal yang membawa ku ke suatu sungai indah dan jernih. Terbawa khayal
terasa aku berada disurga dan hanya ada
kita berdua. Kita tidak mempedulikan orang diluar sana yang ada difikiran
hanyalah kita berdua. Seakan suasana itu hanyut dalam aliran sungai yang indah.
Hanya ada kebahagiaan dan kesenangan saat itu. Air embun yang membasahi dedaun
dan mengeluarkan bau yang khas seakan terasa lengkap kebahagian kita. Tak
terasa semua kebahagian yang hanyut dibawanya sudah sampai titik balik. Air
terjun didepannya seakan kebahagiaan kita dijatuhkan begitu saja dari
ketinggian dan sampai dibawah jatuh berkeping-keping menjadi partikel kecil
yang tidak bisa kita susun lagi. Aku tersadar itu semua hanya khayalanku dan
harapanku yang rasanya tidak mungkin terjadi. Dan sekarang hanya ada sebuah
kenangan yang tidak dapat dilihat lagi dan hanya bisa dirasakan bagaimana
sakitnya. Akhirnya tetesan hujan satu persatu keluar lagi dan mengalir tapi
sayang hujan itu keluar bukan dari awan gelapnya dan mengalir didedaunan. Hujan
itu keluar dari mata seorang perempuan yang baru mengenal cinta dan mengalir
turun di pipinya.
Komentar