Promise...
Janji? Kata-kata manis yang saat itu kamu ucapkan, yang saat itu aku ucapkan, yang saat itu kita ucapkan dan seakan saat itu kita menduakan segalanya. Yang ada dan yang kita bicarakan hanya satu, Janji. Memang setiap janji yang terlontarkan, setiap janji yang diucapkan, setiap janji yang kita bicarakan awalnya seperti apa yang kita mau. Tapi tidak selamanya janji itu akan bertahan, entah sampai. Janji yang kamu ucapkan dan aku ucapkan semua indah, semua seakan sempurna, semua hebat bisa menduakan segalanya. Tapi perlahan semua janji-janji itu seakan luntur satu persatu, seakan pudar secara perlahan. Yang kurasa sekarang salah satu di antara kita ada yang berubah, entah aku atau kamu. Mungkin perubahan itu yang membuat janji-janji kita seakan luntur bahkan bisa dikatakan akan hilang secara perlahan. Aku memang bukan siapa-siapamu, aku memang tidak berhak untuk segalanya, kita hanya sebatas ‘kakak-adik’. Tapi ketertarikanku terhadapmu lebih. Aku tahu ruang dihatim...