Promise...

  Janji? Kata-kata manis yang saat itu kamu ucapkan, yang saat itu aku ucapkan, yang saat itu kita ucapkan dan seakan saat itu kita menduakan segalanya. Yang ada dan yang kita bicarakan hanya satu, Janji. Memang setiap janji yang terlontarkan, setiap janji yang diucapkan, setiap janji yang kita bicarakan awalnya seperti apa yang kita mau. Tapi tidak selamanya janji itu akan bertahan, entah sampai.
Janji yang kamu ucapkan dan aku ucapkan  semua indah, semua seakan sempurna, semua hebat bisa menduakan segalanya. Tapi perlahan semua janji-janji itu seakan luntur satu persatu, seakan pudar secara perlahan. Yang kurasa sekarang salah satu di antara kita ada yang berubah, entah aku atau kamu. Mungkin perubahan itu yang membuat janji-janji kita seakan luntur bahkan bisa dikatakan akan hilang secara perlahan.
Aku memang bukan siapa-siapamu, aku memang tidak berhak untuk segalanya, kita hanya sebatas ‘kakak-adik’. Tapi ketertarikanku terhadapmu lebih. Aku tahu ruang dihatimu sudah ada yang mengisi, aku tahu kamu lebih memilihnya, tapi satu hal yang kamu harus tau tentang perasaanku. Statusmu memang ‘Busy’ tapi dadaku seakan sesak ketika aku mendengar kata ‘masih’. Detak jantungku seakan berhenti sejenak, air mataku hanya kusimpan dan kubendung. Aku tidak ingin tetesan air mataku jatuh begitu saja hanya untuk seseorang yang kurasa dia tidak merasakan apa yang kursakan.
Aku memang salah, aku memang bodoh, aku membuat janji-janji itu kepadamu yang tak ada ruang lagi untuk yang lain dihatimu. Aku seakan kecewa jika kembali memikir kan itu semua. Hati kecilku menangis ketika terbayang kata ‘akan hilang secara perlahan’. Aku berusaha tegar didepan orang banyak, termasuk sahabat-sahabatku. Rasanya ingin ku akhiri saja semuanya, kita kembali seperti kita yang dulu yang aku hanya kakak kelas mu dan sebaliknya. Kita yang dulu yang hanya lewat begitu saja tanpa saling melihat.
Tapi niatanku untuk mengakhiri semuanya seakan kalah dengan janji yang pernah kita ucapkan. Tapi janji itu juga yang membuatku seperti orang yang rapuh dan putus asa. Ini semua salah ku? Memang.

I promise you i will learn from my mistakes.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpisahan

Entah Tulus atau Bodoh

Ragu